Tampilkan postingan dengan label Game Online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Game Online. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Februari 2009

EA Kucurkan Jutaan Untuk Hak Nama Pemain American Football

GamePolitics melaporkan bahwa bekas pemain American Football dari Oakland Raiders, Dave Pear telah memberikan laporan keuangan dari NFL Players Associaton LM-2 dari tahun 2007 untuk umum. Didalamnya berisi 268 halaman digital portion dari 900 lebih halaman dari dokumen originalnya yang merupakan pembukaan dari total uang yang digunakan oleh Electronic Arts dengan total US$ 35.141.950 untuk NFL Players Union untuk pembelian hak penggunaan nama pemain dan juga tekstur wajah pemain.


Angka tersebut bahkan lebih menakjubkan lagi apabila hanya digunakan untuk biaya pemakaian hak atas nama pemain NFL dan tesktur tubuh serta wajah sekarang ini. Dari US$ 35 juta tersebut yang masuk ke dalam nama pemain, logo ataupun stadium. Sampai sekarang masih jelas apakah uang tersebut merupakan gabungan dari biaya selama beberapa tahun ataukah merupakan biaya HANYA untuk 1 tahun terakhir ini.

Ke semuanya ini dibeberkan oleh Dave Pear, salah satu dari sekian banyak pemain American Football yang telah pensiun dan sedang mencari kompensasi untuk kemiripan yang muncul dalam game American Football ini. Menurut GamePolitics, dari email bulan oktober lalu antara pegawai EA dan wakil dari NFL Players Union menjelaskan secara detil sebuah pilihan untuk mengubah kemiripan dari pemain yang telah pensiun agar pihak EA tidak perlu membayar penuh untuk hak cipta tersebut.

Pada akhirnya, tuntutan hukum dilakukan oleh pihak NFL Players Union terhadap Electronic Arts dan telah berakhir pada November lalu dengan pemain NFL yang telah pensiun sebanyak 2.062 diberikan US$ 28 juta. Dan herannya, jumlah tersebut tidak termasuk dalam US$35 juta yang disebutkan di atas.

Selanjutnya...

Kamis, 05 Februari 2009

Benarkah Gaming Merusak Moral Manusia?

Baru tidak lama ini, dilaporkan bahwa pihak berwajib dari Australia menentang penjualan dari game MMO. Apakah kamu setuju atau tidak, sebenarnya hal ini sudah menjadi pertanyaan yang sangat penting yang diperdebatkan. Jadi sekarang pertanyaannya, apakah game dan teknologi itu bisa merusak?

Sekali lagi komputer, TV dan gaming dijadikan sebagai kambing hitam apabila terjadi kekerasan remaja, pelecehan seksual sampai dengan pembobolan terhadap sistem keamanan.
Menurut Daily Mail, kehamilan dan penyakit jiwa dapat disalahkan pada permainan komputer, internet dan juga televisi yang akan menyebabkan kekerasan yang semakin parah dan sebagaimana kita ketahui, juga dapat melahirkan kekerasan serta menaikkan penyakit kejiwaan.

Pecahnya sebuah keluarga dan kelakuan egoistis dari orang dewasa dalam usaha mereka mengejar sukses bagi diri sendiri dihubungkan dengan efek dari menonton televisi, bermain internet dan bermain komputer untuk waktu yang cukup lama.

Ada juga laporan yang mengatakan bahwa seringnya melihat gambar atau adegan yang sadis dan keras pada TV serta game komputer sebagai penyebab dari menghilangnya rasa untuk menyayangi dan rasa tanggung jawab untuk membimbing serta membawa kesuksesan bagi anak-anak dalam tahap menuju kedewasaan.

Televisi juga mengklaim bahwa argumen mengenai kekerasan, baik fisik atau psikologis, merupakan suatu hal yang sudah biasa. Untuk lebih meyakinkan, ada banyak sekali adegan kekerasan dalam Shakespeare dan di bioskop-bioskop. Dulu, orang-orang selalu pergi ke bioskop sekali dalam seminggu dan sekarang anak-anak yang menonton televisi dengan durasi sekitar 17 jam dalam seminggunya.

Yang menarik, di pihak lawan dari Daily Mail pada laporan Children Society's, pihak Advertising Standars Authority mengklaim bahwa hampir 99% dari semua iklan videogame tersebut bertanggung jawab dan telah melakukan penjadwalan dengan benar.

Tidak peduli bagaimana pendapat pribadimu atau pendapat dari sebuah parta politik, tampil hanya untuk menyalahkan semua kejadian tersebut (pecahnya sebuah keluarga, meningkatnya kejahatan, meningkatnya kehamilan atau sebuah tragedi yang berhubungan dengan penyakit kejiwaan yang disangkut pautkan dengan pemakaian teknologi dan videogame yang berlebihan di antara orang dewasa merupakan sebuah pemikiran yang jauh terlalu sederhana dan "terlalu" bermoral.

Tidak peduli bagaimanapun, pasti ada suatu hal yang lebih rumit dari hanya sekedar memainkan game atau memainkan internet hingga menyebabkan seseorang melakukan kejahatan dan sejenisnya.

Bagaimana pendapat dari gamer semua?

Selanjutnya...

Rabu, 04 Februari 2009

Australia Larang Penjualan Game Online

Kabar buruk bagi gamer Australia. Menurut sebuah media massa di Australia, para penjual game di Australia sudah tidak boleh lagi menjual game-game online yang belum diklasifikasikan oleh Australian Classification Board.



Langkah tersebut otomatis mempengaruhi game-game online seperti World of Warcraft, Warhammer Online, Age of Conan dan Pirates of Burning Seas. Semua judul tersebut tidak memiliki mode single player dan karena itu tidak diklasifikasikan.

Menurut laporan, seorang juru bicara untuk NSW Attorney General John Hatzistergos menyatakan bahwa NSW Classification Enforcement Act melarang para publisher dan penjual untuk menjual game komputer yang tidak terklasifikasi. Juru bicara tersebut juga mendorong kepada semua individu untuk segera melaporkan apabila ada penjual atau individu tertentu yang melanggar peraturan dari Classification Act of 1996 itu.

Peraturan tersebut berlaku untuk semua game komputer yang dibeli secara online ataupun toko dan memperlakukan semua game single player, multiplayer dan online dengan cara yang sama.

Polisi Australia akan bertanggung jawab untuk memberikan penalti yang akan berkisar sekitar $1.100 sampai dengan $11.000 untuk tiap individu dan/atau 12 bulan penjara. Untuk perusahaan, semua hukuman tersebut akan di lipat dua.

Turut berduka cita bagi para gamer yang ada di Australia....

-KotakGame.com
Selanjutnya...

Senin, 02 Februari 2009

Acer Dengan Intel Adakan Kompetisi Game Online

Acer Group Indonesia dan Intel Indonesia bekerjasama menggelar kompetisi game online. Agar makin seru, Acer Aspire One 3G jadi hadiah utamanya. Kompetisi bernama Acer-Intel Mission ini hanya bisa dimenangkan oleh mereka yang pernah membeli produk Acer, apapun bentuknya.

Tapi bagi yang mau main tanpa mengejar hadiah, game online itu terbuka untuk umum di situs games.acer.co.id.

"Kompetisi Acer Game Online dengan nama game Acer-Intel Mission ini merupakan salah satu upaya Acer untuk memperluas jaringan komunitas Online kami, yang sangat potensial dalam melebarkan jaringan pelanggan kami melalui media Internet," kata Helmy Anam, Head of Marketing Communication Acer Group Indonesia.

Pengguna Acer yang ingin mengejar hadiah bisa membuat account di situs game online Acer dengan menyertakan nomor seri produk. Dalam Game Acer-Intel Mission, pemain yang dijuluki Agen Acer dapat memilih tiga jenis permainan. Ketiganya adalah Acer Aspire Mission, Acer Aspire One Mission dan Acer Predator Mission.

Acer Aspire Mission: Untuk merebut hati wanita yang dicintainya, Agen Acer harus mampu mengumpulkan barang-barang berharga, seperti perhiasan dan barang-barang mewah dan produk elegan seperti notebook Acer Aspire untuk dambaan hatinya tersebut. Untuk itu Agen Acer harus beraksi tanpa diketahui oleh pasukan pengaman.

Acer Aspire One Mission: Kejahatan cyber telah menyerang badan keamanan nasional. Untuk mencegah segala hal dari kemungkinan terburuk, Agen Acer harus menginstall anti virus ke setiap server yang terinfeksi dengan Aspire One berprosesor Intel Atom. Apabila Agen gagal, gedung akan meledak.

Acer Predator Mission: Setelah mafia berhasil menguasai dokumen rahasia pemerintah, mereka berusaha melarikan diri dengan jet pribadi mereka. Untuk itu agen Acer harus menggunakan prototipe mobil untuk mengejar jet tersebut sebelum mereka lolos.

Kompetisi ini menjanjikan hadiah mingguan dan bulanan bagi pengguna Acer. Hadiah mingguannya berupa jam Swatch, sedangkan hadiah bulanannya adalah Acer Aspire One 3G.

Selanjutnya...

Senin, 01 Desember 2008

Guild Battle GetAmped-R

Sebagai ajang pembuktian guild siapa yang terbaik, TAG (Tim Action GetAmped-R) Indonesia menggelar even Guild Battle yang mempertemukan jagoan-jagoan GetAmped-R di kotamu. Even ini akan diselenggarakan di lima kota besar di nusantara, yakni Bandung, Malang, Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta. Penyelenggaraan di Jakarta telah dilangsungkan pada hari Sabtu, 29 November 2008, bertempat di GAME ON Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara.


Acara yang tepat dimulai pukul 14.00 WIB ini diikuti tidak hanya oleh tim perwakilan guild saja, tapi jagoan GAR lainnya yang belum memiliki tim pun boleh mendaftarkan diri dengan membentuk tim beranggotakan tiga orang. Pendaftaran tidak dipungut bayaran alias gratis, tapi harus dilakukan di warnet-warnet yang telah ditunjuk oleh Tim Action GAR. Peminat tidak hanya datang dari kaum remaja, anak kecil pun ada yang mencoba keahliannya bersama teman-temannya, bahkan peserta wanita juga tidak ketinggalan berpartisipasi.

Setelah melalui kompetisi yang ketat dan cukup melelahkan, namun tetap menarik untuk ditonton, tim yang keluar sebagai pemuncak even ini adalah tim perwakilan dari Guild Darkside, atas nama Dimas (C o m o d o), Rio (Synyster Dork), dan Hilman (Rondal McDonald). Keberhasilan mereka menyisihkan lawan-lawannya membuat ketiganya berhak atas hadiah uang tunai sebesar Rp. 300.000 (yang menurut pengakuan mereka ingin mereka belanjakan voucher bermain GAR lagi dan juga membahagiakan ibu mereka di rumah, begitu mulianya! ^.^)

Tempat kedua diduduki oleh tim dari Guild Freakstar, yang memperoleh hadiah Voucher senilai Rp. 195.000, disusul di peringkat ketiga adalah perwakilan dari Guild Shiseiten, yang mendapat Voucher senilai Rp. 105.000. Semua pemenang juga diberikan hadiah Item Ingame, yakni Cakar Naga Emas. Selain itu semua peserta kompetisi diberikan Kartu Lyto Rp. 2.500.


Selanjutnya...